Home » » Bermain Panggalan Yang menyenangkan

Bermain Panggalan Yang menyenangkan

Posted by CERITA HARIANKU on Rabu, 10 Oktober 2018


Singgang singgung kayu wangkang kayu jagung gemrenggang gemrenggung siiiiiiiiyung....
Itu adalah sebait nyanyian yang biasa kami nyanyikan ketika akan memulai permainan panggalan (gasing). Diakhir nyanyian kami bersama-sama melempar panggalan kami. Siapa yang mati pertama maka dia akan menjadi unyik (mungkin rakyat jelata). Dan yang mati kemudian akan menjadi panglima, terus patih dan yang mati terakhir akan menjadi raja.
Unyik (atau mungkin sebagai rakyat) akan memutar panggalan paling awal yang akan dihajar oleh prajurit setingkat diatasnya. Kemudian unyik bias dibantu oleh panglima untuk mematikan prajurit. Begitu  seterusnya sampai ke posisi paling atas. Apabila mati lebih dulu dari posisi dibawahnya maka akan turun pangkat.
Misalkan prajurit mati lebih dulu dari unyik maka posisinya akan turun menjadi unyik dan yang tadinya unyik akan naik menjadi prajurit. Sampai tingkat yang paling atas. Ketika raja kalah atau mati lebih duluan dari maha patih maka ia pun akan turun pangkat dan bertukar posisi dengan maha patih.
Itulah permainan yang kami mainkan setiap sore ketika saat musim permainan panggalan. Meskipun sangat sederhana akan tetapi kami begitu senang dan begitu menikmatinya. Sebenarnya masih banyak lagi permainan anak-anak era 90-an yang begitu mengasyikkan.
Dan permainan panggalan adalah salah satu dari sekian banyak permainan anak pada waktu itu. Panggalan yang mungkin dalam bahasa Indonesia disebut gasing. Panggalan terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikan rupa ada yang seperti balon yang sudah ditiup yang kemudian diberi paku dibawahnya sebagai penopang untuk panggalan berputar. Kemudian dibantu dengan tali yang biasanya terbuat dari kain tapih atau sejenisnya.
Cara bermainnya adalah dengan melingkarkan tali kain tadi dari ujung paku panggalan kemudian dilemparkan ke tanah dan berputar.
Untuk permainan panggalan sendiri ada beberapa jenis yang salah satunya adalah unyikan seperti yang tadi diceritakan di atas.

Thanks for reading & sharing CERITA HARIANKU

Newest
You are reading the newest post

0 komentar:

Arsip Blog

subandi. Diberdayakan oleh Blogger.

brenda